Judul di atas cukup menggambarkan perasaan frustrasi saya sekarang ini. Jadi inginnya sih saya gak perlu mencoba mengutek-utek otak yang sudah cukup sering saya utek-utek dan menjelaskan panjang lebar apa yang sedang saya alami sekarang.
Sebuah window Word sudah terbuka lebar, menantang saya dengan bentangan kertas (document?) putih yang kosong. Okelah, ngga sekosong yang saya gambarkan. Ada sekian paragraf yang sudah tertulis di situ, belum sampai memenuhi satu halaman dokumen, tapi yah... sekian paragraf. Saya sudah di depan komputer selama (sebentar, liat jam dulu...) kurang lebih 3 jam, dan hanya segitu tulisan yang bisa saya tuangkan ke lembaran putih sialan itu!
Sebenarnya ada sebuah ide tulisan (fanfic - red.) yang sudah memenuhi otak saya, tapi koq susahnya setengah mati untuk mentranslate ide tersebut menjadi kata-kata yang layak untuk saya rangkai dan bina menjadi sebuah karya yang, pada akhirnya, bisa saya tunjukkan pada dunia? Saya sudah tidak mengupdate LJ selama... dua minggu ya? Terima kasih pada hari-hari 'indah' yang harus saya jalani kemarin, dimulai dari sore penuh malapetaka yang mengakibatkan saya menderita sakit.
Malapetaka? Yes. You heard (read) it right.
Sore itu saya kebagian tugas (yang menurut saya: "gak penting banget sih ah!") untuk mendampingi bapak-bapak dan ibu-ibu keliling kampung DI TENGAH HUJAN, blusukan ke kolam lele (yuck. Just... yuck.) DI TENGAH HUJAN, berbasa-basi DI TENGAH HUJAN. Sukses lah saya pulang membawa penyakit, yang ternyata bertahan lama hingga sekian hari. Malam ini pun tenggorokan saya masih berasa seperti ada sekian ratus jarum yang menancap dan tidak bisa dikeluarkan. Sakitnya minta ampun, belum lagi kalau saya sedang makan.
Mungkin penderitaan saya tidak akan sebegitu lengkapnya andaikan lambung saya tidak ikut-ikutan cari gara-gara, ditambah lagi alergi yang ajaib yang nongol entah dari mana.
Saya pikir patut lah saya menghabiskan 4 hari di tempat tidur...
Eniwe...
Entah karena otak saya masih penuh dengan virus membandel yang tidak bisa dibunuh dengan antibiotik atau malah justru antibiotik yang saya minum sudah membunuh mikroorganisme-mikroorganisme yang selama ini membantu saya berfungsi dan berpikir, saya jadi kesulitan untuk menggunakan otak saya untuk membahasakan ide yang sudah 'nongkrong' di dalam situ sekian lamanya. A writer's block; it happens to every writer, katanya sih... Well, I wonder what Mrs. Rice did when she was suffering from it. Saya ingin tanya sama dia tapi apa bakal dijawab... Malu ah. Hahahaha... She's my idol, man!
Okay, Mrs. Rice aside, saya khawatir saya mulai kehilangan 'sentuhan' dalam menulis SMUT. Damn. Itu adalah tragedi, saya ngga boleh membiarkan itu terjadi! Apapun yang terjadi, saya harus menulis satu cerita smut dalam waktu dekat ini, atau saya akan jadi gila disiksa muse-muse yang mengamuk di dalam kepala saya!
Yah. Mungkin untuk malam ini sudah waktunya menyerah. Terlalu banyak virus (baik yang saya peroleh dari sakit-sakitan kemarin dan juga virus-virus berupa pikiran-pikiran jelek dan bad mood yang maju terus pantang mundur mengganggu saya akhir-akhir ini...) yang merajalela, dan sepertinya si parasetamol mulai bekerja membuat mata saya berat.
Selamat malam. Semoga sebuah kisah smut akan bisa kalian sambut dalam waktu dekat. Amin.
xoxo,
Akichuu.
Say no to Writer's Block!
Wednesday, November 25, 2009
I HATE WRITER'S BLOCK!!!
Posted by akichuu at 8:27 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment