Thursday, December 10, 2009
Wednesday, November 25, 2009
I HATE WRITER'S BLOCK!!!
Judul di atas cukup menggambarkan perasaan frustrasi saya sekarang ini. Jadi inginnya sih saya gak perlu mencoba mengutek-utek otak yang sudah cukup sering saya utek-utek dan menjelaskan panjang lebar apa yang sedang saya alami sekarang.
Sebuah window Word sudah terbuka lebar, menantang saya dengan bentangan kertas (document?) putih yang kosong. Okelah, ngga sekosong yang saya gambarkan. Ada sekian paragraf yang sudah tertulis di situ, belum sampai memenuhi satu halaman dokumen, tapi yah... sekian paragraf. Saya sudah di depan komputer selama (sebentar, liat jam dulu...) kurang lebih 3 jam, dan hanya segitu tulisan yang bisa saya tuangkan ke lembaran putih sialan itu!
Sebenarnya ada sebuah ide tulisan (fanfic - red.) yang sudah memenuhi otak saya, tapi koq susahnya setengah mati untuk mentranslate ide tersebut menjadi kata-kata yang layak untuk saya rangkai dan bina menjadi sebuah karya yang, pada akhirnya, bisa saya tunjukkan pada dunia? Saya sudah tidak mengupdate LJ selama... dua minggu ya? Terima kasih pada hari-hari 'indah' yang harus saya jalani kemarin, dimulai dari sore penuh malapetaka yang mengakibatkan saya menderita sakit.
Malapetaka? Yes. You heard (read) it right.
Sore itu saya kebagian tugas (yang menurut saya: "gak penting banget sih ah!") untuk mendampingi bapak-bapak dan ibu-ibu keliling kampung DI TENGAH HUJAN, blusukan ke kolam lele (yuck. Just... yuck.) DI TENGAH HUJAN, berbasa-basi DI TENGAH HUJAN. Sukses lah saya pulang membawa penyakit, yang ternyata bertahan lama hingga sekian hari. Malam ini pun tenggorokan saya masih berasa seperti ada sekian ratus jarum yang menancap dan tidak bisa dikeluarkan. Sakitnya minta ampun, belum lagi kalau saya sedang makan.
Mungkin penderitaan saya tidak akan sebegitu lengkapnya andaikan lambung saya tidak ikut-ikutan cari gara-gara, ditambah lagi alergi yang ajaib yang nongol entah dari mana.
Saya pikir patut lah saya menghabiskan 4 hari di tempat tidur...
Eniwe...
Entah karena otak saya masih penuh dengan virus membandel yang tidak bisa dibunuh dengan antibiotik atau malah justru antibiotik yang saya minum sudah membunuh mikroorganisme-mikroorganisme yang selama ini membantu saya berfungsi dan berpikir, saya jadi kesulitan untuk menggunakan otak saya untuk membahasakan ide yang sudah 'nongkrong' di dalam situ sekian lamanya. A writer's block; it happens to every writer, katanya sih... Well, I wonder what Mrs. Rice did when she was suffering from it. Saya ingin tanya sama dia tapi apa bakal dijawab... Malu ah. Hahahaha... She's my idol, man!
Okay, Mrs. Rice aside, saya khawatir saya mulai kehilangan 'sentuhan' dalam menulis SMUT. Damn. Itu adalah tragedi, saya ngga boleh membiarkan itu terjadi! Apapun yang terjadi, saya harus menulis satu cerita smut dalam waktu dekat ini, atau saya akan jadi gila disiksa muse-muse yang mengamuk di dalam kepala saya!
Yah. Mungkin untuk malam ini sudah waktunya menyerah. Terlalu banyak virus (baik yang saya peroleh dari sakit-sakitan kemarin dan juga virus-virus berupa pikiran-pikiran jelek dan bad mood yang maju terus pantang mundur mengganggu saya akhir-akhir ini...) yang merajalela, dan sepertinya si parasetamol mulai bekerja membuat mata saya berat.
Selamat malam. Semoga sebuah kisah smut akan bisa kalian sambut dalam waktu dekat. Amin.
xoxo,
Akichuu.
Say no to Writer's Block!
Posted by akichuu at 8:27 AM 0 comments
Monday, November 16, 2009
The heart that is growing cold
A commitment.
Sometimes when I thought of the word 'commitment', I became scared. I thought of that single word and I couldn't breathe properly. It's like trying to break through a prison. But that's just the way I see it. And not that I can't make myself commit to anything.
I am in a relationship, and I dare say it's quite a committed relationship. We spoke of marriages, of children and even of our future home. Everything seemed beautiful. I was happy to be loved, happy that I could finally love again. But someone did tell me, tell me quite specifically, that I was too happy too soon. We were bound for trouble and we should be prepared for it.
He is right, that guy who told me that. It's sad that I am once again blinded by the wishful thinking that a relationship could really be all happy and no tears. Well, the fool is me. Again. Yes, all over again.
We fought, we made up. I complained, he apologized. I screwed up, he made problems bigger than they were. It's so tiresome sometimes.
Okay, no surprise, but I suck huge time in being patient. I have the patience of a starved lioness caged and tortured daily.
You know, this is probably why I cheated on my boyfriend (now ex), back then in college. He was a Mr. Goody Goody (I wanted to say 'idiot', but hey, I'm not here to offend... not intentionally, at least) and I only wanted a little spontaneity which he couldn't give. I got tired, bored of how things were going and someone else happened to be nearby and he was so full of spontaneity I just couldn't turn away when he offered his hand (okay so the same guy appeared again in my next relationship, and again now, but that's beyond the point... somewhat...). It was meant to be a silly, non-serious thing. But then I couldn't lie to my own feelings. I was horribly bored, and I wanted out from my 'serious' relationship.
Not to be chasing on a loose kite. I just wanted to be with myself, feel good about myself. I wanted to be free.
But life just won't give you that choice, will it? It's always trying to tie you down to something. Throw you into the ocean and let you drown, if it gets the chance.
So life isn't going to give me that choice now, or ever. Especially when I am in a relationship that is (supposedly) serious like what I have today. It has chains and I can't move.
Maybe I'm just afraid of the future, which includes a married life, a husband, kids and dozens of bills to pay. Maybe I'm just seeing it wrong. I've been wrong about a lot of things (but my brain works that way so there's nothing I can do). Maybe he is just too sentimental for his own good (and besides dealing with my own lack of patience, I also suck at dealing with people's sentiments).
I often wanted to say, "Just give me a fucking break here!" but always thought better and didn't. I may be the worst in trying to be patient but I know the border between saying the truth when there's the need for it and saying it just to hurt someone else. Yeah, there's the some moral lesson to be learned, kids.
Will he or will he not let me breathe, if only for a minute? I truly wish, with all my heart, that he will. Or else this very thin line might break, and there's no "sorry" then that can mend the wound once it is opened.
This writing is for those who were, have been and still are special to me. I wish you people knew how sincere I am in loving you, but I also need my space, and that's the exact thing that almost everyone of you never gave me.
But thank you, all of you, for loving me.
xoxo,
akichuu.
Posted by akichuu at 7:58 AM 0 comments
Monday, November 2, 2009
The story behind tonight's status
Ini status terbaru saya malem ini di FB:
"Inget waktu di komunitas bernama 'S' (yang sudah bergabung dengan komunitas lain yang juga berinisial 'S') semua menggembar-gemborkan yang namanya persahabatan. Koq sekarang faktanya gini ya...?"
Dan ini komen-komennya:
R-san: sbnre komunitas S kita -?!- ini msih idup gak toh?
Saya: entah... aq khawatir udah pada lupa sama tujuan utama (dan sibuk berh*d*nism or whatever they're doing).
S-san: Mana gaungnyah? Auu.. Auu.. Auu..
Chu, coba lied utub big bang coffe prince parody ma big bang boys over flowers parody..
Marai ngakak~
Me: Weeelah... bocah... (OOT wae kowe kerjaane)
yaoi rak? XDDDD
S-san:Ya tentu!! XDD
Gyaaaaaaaaaa~
Parody pekok, jijay, nggilani walopun yg maen ganteng2..
*ga bosen2 nontonE sambil berkyakyaria*
N-san: lohh mang 'S' dan 'S' beneran gabung po???
trus komunitas 'S' kita nasibnya masih bisa d pertahankan gk???
Me: Mbuh no... Aq udah patah semangat (tapi mereka bahagia oq, biarin aja lah).
N-san: hemmm.... padahal aku punya semangat sm tu komunitas... T___T
Me: sama, tapi klo udah ky gini gimana coba? mereka aja ga inget sama temen2 lama to...
N-san: iya sih aku jg sedikit ngerasa yg seperti itu... (walaupun sudah terbiasa dilupakan...) yah yg penting kita gk lupa akan mereka aja...
Me: hehe... bikin komunitas 'orang2 yang terlupakan' aja... :P
N-san: wew... boleh2... nyok ajak nyang lainya.... jiakakakaakakkaa *jingkrak2.. guling2.. lompat2..
Me: wkwkwkwk~
sip, pelopor nih, pelopor... trus kerjaannya cuma misuh2in komunitas laen XDDD
about an hour ago · Delete
N-san: trus... mau recruit siapa aja nih....????
mau cari korban2nya ato mo bikin iklan nie????
jiakakakakaa.....
Me: wakakakak~ monggo diiklanin... aq manut we...
yo pokoe di luar komunitas 'S' dan 'S' lah, membernya. akakakakak~
N-san: ni mo jd komunitas terbuka atau terselubung...????
tmn ku mo ikutan jg katanya...
sebagai orang yg terlupakan juga dia... wkwkwkwkwk
Me: glodag! sapa emang temenmu?
ayolah bikin aja... wakakakak~
ya jadi komunitas terbuka donk. udah terbuang masa terselubung juga? wakakakak~
===
Kenapa saya post ini? Karena saya pikir lucu... dan menarik :)
Bisa buat bahan renungan, kalau ada yang merasa perlu merenungi topik ini. Bisa jadi kritik, atau bisa juga gara-gara ini saya dianggap provokator (lagi? Sampe bosen saya dianggep memancing masalah terus. Hahaha~ Probably it's only fact that I am a trouble maker since birth :P).
Sebenarnya, apakah fungsi sebuah komunitas berbasis 'persahabatan' dan apa sih pengaruhnya kalau di tengah jalan ternyata visi dan misi 'persahabatan' itu jadi melenceng? Dimana orang-orang yang 'lama' tergeser oleh orang-orang yang 'baru'. Peremajaan, mungkin. Pendewasaan, mungkin. Atau mungkin cuma egoisme beberapa pihak (termasuk yang digeser, alias kaum 'lama'), saya biarkan kalian menilai sendiri.
Atau mungkin sudah salah dari awalnya dimana sebuah komunitas didirikan atas dasar 'persahabatan' dan untuk anggota-anggotanya untuk percaya bahwa basis ini akan bertahan selamanya. Jadi apakah komunitas itu optimalnya berpandangan bisnis dan keuntungan (pemanfaatan komunitas sebagai tempat sharing interest juga termasuk) tanpa melibat aspek hubungan pribadi antar manusia-nya? Saya sih jadi berpikir begitu. Seperti sebuah perusahaan yang akan berjalan lebih lancar kalau manusianya bekerja seperti 'robot', tidak pakai perasaan, hanya kewajiban yang perlu dijalani dan komunikasi seperlunya (yang terbatas pada masalah kepentingan perusahaan). Mungkin sebuah komunitas akan bertahan lebih lama, lebih awet kalau dijalankan seperti itu.
Bukannya saya menyalahkan arti 'persahabatan' yang dijunjung-junjung bagai dewa. Saya juga (pernah) percaya bahwa persahabatan itu penting, sebelum ini dan itu terjadi dan kini saya cuma jadi orang berpandangan apatis.
Akan menyinggung kah postingan saya ini? Maaf jikalau begitu. Saya cuma menyatakan pendapat saya (yang menariknya, ternyata disetujui oleh orang lain. Berarti bukan cuma saya yang berpikiran seperti ini?).
As posted in my FB note.
Posted by akichuu at 6:32 AM 0 comments
Sunday, November 1, 2009
Mulainya Testing 5 Hari Kerja
Yup, mulai hari ini, selama seminggu kantor menjalankan uji coba 5 Hari Kerja. Ngga kaya kebanyakan kantor, emang sebelumnya kantor saya masuknya 6 hari, kayak anak sekolah. Masuk jam setengah 8, pulang jam setengah 3 kalau hari Senin sampai Kamis. Jumat, sampai jam setengah 12, dan Sabtu jam 1. Kalau ada lembur ya diadakan setelah jam setengah 3.
Uji coba ini bakal diadakan ya cuma seminggu ini, di awal bulan November, dan nanti di awal bulan Desember seminggu lagi, Jikalau setelah evaluasi ternyata efektif, ya mungkin bakal dicanangkan secara resmi di tahun depan. Kalo ngga ya... Entah. Belum ada sosialisasi soal itu sejauh ini, jadi saya sendiri juga ngga tahu kalau misalnya dalam uji coba ini terbukti bahwa pengaplikasian 5 hari kerja ngga efektif terus mau diapakan. Apa mau kembali pake 6 hari kerja seperti biasanya, atau mau buat pembagian waktu kerja yang berbeda lagi, saya cuma bisa menunggu sampai saatnya tiba.
Yang jadi pikiran saya adalah, bagaimana suatu merk pembalut akan membuktikan janji-janjinya yang disebutkan di iklan. Ya, sungguh kebetulan yang sangat disayangkan, hari ini adalah hari kedua periode menstruasi saya bulan ini. Sungguh, sungguh disayangkan. I didn't mean to sound so negative, tapi gimana pun pengalaman membuktikan lebih baik berhati-hati daripada menyesal belakangan. Saya sudah cukup hafal rasanya pulang dengan baju atau celana belepotan. Susah banget untuk menyembunyikan noda seperti itu, dan orang awam pun langsung tahu apa yang sedang kita alami, kalau ngeliat 'bukti-bukti autentik' yang ada.
Jadi, ketika hari bermula, saya sudah berdoa semoga sang produsen pembalut tersebut akan menepati janji-janjinya. Walaupun jarak dari kantor ke rumah hanya 5 menit, tetap saja saya benci repotnya kalau 'accident' semacam itu terjadi.
Itulah salah satu alasan saya selalu menganggap wanita (termasuk saya sendiri) patut untuk dihormati. Kita melalui banyak penderitaan dalam hidup, lho.
Di luar itu saya juga penasaran bagaimana jadinya hari ini. Pulang sore (setengah 4, kalau menurut edaran yang ditempel di papan pengumuman), terus masih ada jadwal monitoring ke kelurahan-kelurahan. Sampai saat ini sih soal monitoring itu belum jelas... Wong tadi saya tanya surat tugasnya mau difotokopi lalu dibagiin ibunya malah mau mendaftar RW-RW yang harus dikunjungi dulu. Koq kayak belum ada persiapan, padahal seharusnya nanti sore udah keliling. Dalam hati sih saya berharap ngga jadi. Cape kan, udah pulangnya jam setengah 4 (walau saya ngga yakin orang-orang kantor bakalan memanfaatkan sekian jam seratus persen untuk kerja), terus harus keliling-keliling lagi. Kalau saya Superwoman (yang ngga sedang haid!) sih saya ngga bakalan mengeluh kayak gini.
Yang bisa saya lakukan sekarang adalah berdoa semoga ngga ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi hari ini. Oh iya, sama jaga-jaga juga, nanti siang harus ganti pembalut.
Hahaha... Ini postingan yang (seharusnya) ngga dipublikasiin untuk umum, terutama untuk kaum Adam yang seumur-umur ngga akan mengalami yang namanya menstruasi. But you're all welcome to read about my daily activities. Maaf karena postingan pertama ini terlalu lama nongolnya (karena saya jarang-jarang dapet kesempatan nongkrong di depan komputer kantor tanpa ada mata-mata yang mengawasi di belakang). Kan ngga enak kalo ketahuan lagi mempergunakan komputer kantor tidak untuk tujuan yang seharusnya alias untuk kerja. Apalagi untuk nulis blog. Ketawa lagi deh... Hahahaha...
Anyways, back to work. Baru aja saya diminta untuk mencari materi tentang daur ulang plastik. Bapaknya tadi minta (kalau ada) teknologi yang sederhana untuk melarutkan plastik lalu nantinya plastik yang sudah hancur itu dijadikan bahan baku untuk bikin casing biopori. Idenya bagus, tapi teknologinya yang susah. Yang saya temukan sejauh ini semuanya berskala pabrik, butuh alat-alat mahal dan beresiko. Kalau dilebur, butuh pemanas bersuhu tinggi tapi tertutup, wong asap hasil pembakaran mengandung HCl dan dioksin. Terus kalau dilarutkan, solventnya aja bisa bikin kerusakan Susunan Syaraf Pusat, saluran pencemaan, dan sumsum tulang yang membentuk sel-sel darah merah. Para pekerja yang terpapar secara berlebihan (overexposed workers) menderita anemia dan menurunnya jumlah sel darah putih. I copied that from the article I found :D
Dilema, dilema. Maksud hati baik, mau mengurangi polusi sampah di dunia, tapi apa nyana sumber daya manusia belum terdirik sejauh itu.
Semoga aja saya bisa menemukan yang dicari.
For now, I'm signing off. :)
Posted by akichuu at 7:26 PM 0 comments
